Thursday, May 22, 2014

Kesombongan akan mendatangkan petaka

Sombong Awal Kejatuhan
Amsal 16 : 18 — “ Kecongkakan
mendahului kehancuran, dan
tinggi hati mendahului
kejatuhan.”
Sekitar tahun lalu ada seorang
pria yang tadinya menjadi korban
penipuan, tetapi karena gayanya
lucu ketika diliput program-
program infotainment televisi
swasta mendadak sontak ia
langsung terkenal. Tawaran main
sinetron datang, bahkan sepenggal
ucapannya dipakai orang menjadi
lagu atau diparodikan di berbagai
acara.
Sayangnya, orang ini ternyata
tidak siap untuk sukses. Perilaku
yang ia tunjukkan langsung
berubah menjadi sombong,
angkuh, pongah disertai dengan
mulut besar sehingga dalam
sekejap mata ia pun lenyap dari
pemberitaan. Tidak semua orang
bisa menemukan jalan pintas
seperti itu untuk tenar, tapi pria
ini membuang kesempatan itu
begitu saja lewat sikap sombong.
Maka tepatlah sebuah ayat dalam
Amsal yang sebenarnya sudah
mengingatkan kita untuk menjaga
sikap jauh dari sikap sombong:
"Kecongkakan mendahului
kehancuran, dan tinggi hati
mendahului kejatuhan." (Amsal
16:18). Pride goes before
destruction, and a haughty spirit
before a fall.
Seorang penyanyi wanita yang
semua orang tahu karirnya
berawal dari youtube. Ia
mengunggah video dirinya
bernyanyi dan ternyata banyak
yang suka. Ia pun terkenal.
Setahun terakhir ini ia
menunjukkan sikap yang berubah
drastis dibandingkan ia beberapa
tahun lalu. Bodyguard berbadan
besar mengelilinginya, dan
omongannya menjadi sombong.
"Siapa yang dari youtube? Saya
sudah terkenal sebelum itu."
ujarnya. Mengingat gadis muda
ini punya talenta luar biasa di
bidang tarik suara, saya berdoa
agar ia cepat sadar dan berhenti
menyombongkan diri agar ia tidak
harus mengalami firman dalam
Amsal 16:18 tadi.
Adakah sesuatu yang pantas kita
jadikan dasar untuk bersikap
sombong ?
Apakah kita punya alasan untuk
menyombongkan diri dengan apa
yang kita miliki hari ini ? Semua
orang berharap dilimpahi berkat,
tetapi ironisnya ada begitu banyak
orang yang berubah menjadi
sombong ketika mereka diberkati.
Saat keberhasilan, kesuksesan,
ketenaran atau popularitas hadir,
saat itu pula orang langsung
terjebak pada dosa kesombongan.
Kalau kita sadar bahwa semua
itu, baik talenta, kesempatan dan
kesuksesan berasal dari TUHAN,
tentu wajar apabila TUHAN
sungguh menentang sikap seperti
ini. Untuk contohnya kita bisa
melihat sikap buruk dari jemaat
Korintus.
Jemaat Korintus tampaknya
merupakan gambaran jemaat yang
sombong. Ada banyak ayat yang
mengindikasikan hal ini seperti
yang beberapa kali tecatat
misalnya dalam 1 Korintus 4:6-21,
5:2, 8:1 dan 13:4. Paulus
memberikan teguran atas
kesombongan mereka. Lihatlah
salah satunya: "Saudara-saudara,
kata-kata ini aku kenakan pada
diriku sendiri dan pada Apolos,
karena kamu, supaya dari teladan
kami kamu belajar apakah artinya
ungkapan: "Jangan melampaui
yang ada tertulis", supaya jangan
ada di antara kamu yang
menyombongkan diri dengan jalan
mengutamakan yang satu dari
pada yang lain". 1 Korintus 4:6
Jemaat di Korintus lupa akan jati
diri mereka dan tenggelam dalam
kesombongan, sehingga merasa
tidak lagi memerlukan apa-apa,
termasuk tidak lagi membutuhkan
hamba TUHAN dalam hidup
mereka. "Sebab siapakah yang
menganggap engkau begitu
penting ? Dan apakah yang
engkau punyai, yang tidak engkau
terima ? Dan jika engkau memang
menerimanya, mengapakah engkau
memegahkan diri, seolah-olah
engkau tidak menerimanya?" 1
Korintus 4:7
Dalam versi BIS-nya kalimat
Paulus bisa dibaca lebih mudah :
"Siapakah yang menjadikan
Saudara lebih dari orang lain ?
Bukankah segala sesuatu Saudara
terima dari ALLAH ? Jadi,
mengapa mau menyombongkan
diri, seolah-olah apa yang ada
pada Saudara itu bukan sesuatu
yang diberi ?"
Perilaku mereka seolah-olah
mereka tidak lagi memerlukan
apa-apa. "As if you are already
filled and think you have enough
(you are full and content, feeling
no need of anything more)!" Itu
yang tertulis dalam versi bahasa
Inggris untuk ayat 8.
Mereka lupa diri dan tidak sadar
bahwa semua yang mereka miliki
sesungguhnya berasal dari
TUHAN sehingga tidak pada
tempatnya menyombongkan diri.
Berulang kali pula Paulus pun
mengingatkan dengan tegas bahwa
keselamatan itu adalah pemberian
TUHAN, (1 Korintus 1:18, 1
Korintus 15:10). TUHAN yang
memilih (1 Korintus 1:27-28),
mengaruniakan ROH-NYA
sendiri untuk menyingkapkan
rahasia-rahasia Ilahi (1 Korintus
2:10-12), juga memberikan
berbagai anugerah atas kasih
karunia-NYA (1 Korintus 1:4-5).
Semua berasal dari TUHAN
sehingga tidak seorangpun punya
hak untuk menyombongkan diri.
Semua yang kita miliki saat ini,
apakah menurut kita biasa atau
istimewa, besar atau kecil dalam
pandangan manusia, itu semua
adalah anugerah luar biasa yang
berasal dari TUHAN. Dan
Paulus berkata "Ada tertulis:
"Barangsiapa yang bermegah,
hendaklah ia bermegah di dalam
TUHAN." 1 Korintus 1:31
Sesungguhnya sebuah kasih
karunia dikatakan kasih karunia
karena bukan berasal dari
perbuatan kita melainkan dari
Sang Pemberi yaitu TUHAN
sendiri. Dan itupun sudah
disebutkan di dalam Alkitab.
"Tetapi jika hal itu terjadi karena
kasih karunia, maka bukan lagi
karena perbuatan, sebab jika tidak
demikian, maka kasih karunia itu
bukan lagi kasih karunia." Roma
11:6
Kesombongan merupakan bentuk
penyangkalan dari hal itu, karena
artinya mereka berpikiran seolah-
olah semua itu adalah hasil
pekerjaan mereka atau
beranggapan bahwa mereka sudah
sangat hebat melebihi orang lain
atau bahkan TUHAN sehingga
lupa diri. Menyadari bahwa kasih
karunia merupakan pemberian
TUHAN, milik TUHAN yang
diberikan kepada kita akan
membuat kita tetap sadar bahwa
tidak ada satupun yang pantas
kita sombongkan.
Marilah kita menyadari betul
anugerah kasih karunia yang telah
TUHAN berikan kepada kita.
Semua yang ada pada kita hari ini
sesungguhnya berasal dari
TUHAN. Ulangan 8:14-18 — “
Jangan engkau tinggi hati,
sehingga engkau melupakan
TUHAN, ALLAHmu, yang
membawa engkau keluar dari
tanah Mesir, dari rumah
perbudakan, dan yang memimpin
engkau melalui padang gurun yang
besar dan dahsyat itu, dengan
ular-ular yang ganas serta
kalajengkingnya dan tanahnya
yang gersang, yang tidak ada air.
DIA yang membuat air keluar
bagimu dari gunung batu yang
keras, dan yang di padang gurun
memberi engkau makan manna,
yang tidak dikenal oleh nenek
moyangmu, supaya direndahkan-
NYA hatimu dan dicobai-NYA
engkau, hanya untuk berbuat baik
kepadamu akhirnya. Maka
janganlah kau katakan dalam
hatimu: Kekuasaanku dan
kekuatan tangankulah yang
membuat aku memperoleh
kekayaan ini. Tetapi haruslah
engkau ingat kepada TUHAN,
ALLAHmu, sebab DIA-lah yang
memberikan kepadamu kekuatan
untuk memperoleh kekayaan,
dengan maksud meneguhkan
perjanjian yang diikrarkan-NYA
dengan sumpah kepada nenek
moyangmu, seperti sekarang ini."
Ingatlah bahwa semua itu dari
TUHAN, oleh TUHAN dan
untuk TUHAN. (Roma 11:36).
Tidak ada tempat bagi orang
sombong di hadapan TUHAN,
dan ini bisa kita lihat dalam
banyak ayat. Kesombongan
merupakan awal dari kehancuran
seperti yang Amsal 16:18 di atas,
kesombongan merupakan sikap
yang ditentang TUHAN
(Yakobus 4:6), dan merupakan
kekejian bagi ALLAH sehingga
tidak akan luput dari hukuman
(Amsal 16:5). Kita harus
mensyukuri semua yang telah
diberikan TUHAN, dan itu bisa
kita tunjukkan lewat sebentuk
kerendahan hati bukan lewat
sikap sombong atau tinggi hati.
Kesombongan berarti mengingkari
kasih karunia.
Ada banyak bentuk kesombongan
yang bisa dengan mudah kita lihat
dari sikap seseorang. Ada yang
mempertontonkan hidup glamor
penuh kemewahan, ada yang
gesture atau gerak tubuhnya
angkuh, tapi yang paling sering
kita lihat adalah lewat perkataan.
Ada seorang ibu yang saya kenal
terus menerus bercerita tentang
masa-masanya ketika berada di
luar negeri setiap kali bertemu
yang diisi dengan kemampuannya
membeli barang-barang bermerek,
emas dan sebagainya.
Ada juga yang menyombongkan
diri lewat jabatan, posisi atau
profesinya. Belum lama saya
bertemu dengan seorang pria muda
yang baru kenal. Entah untuk
apa, dalam pembicaraannya ia
seolah perlu menyatakan
kekayaannya. "Ah, kalau cuma
iPhone terbaru, lima biji juga bisa
sekarang juga saya beli." Atau
ketika ia bercerita tentang mobil-
mobl yang ia beli.
Saya tidak melihat urgensi
menceritakan itu semua terlebih
kepada orang yang baru dikenal.
Untuk apa? Sama sekali tidak
perlu dan tidak ada gunanya. Ada
yang bereaksi berlebihan saat
kesal terhadap seseorang, tapi
lucunya bukan di depan orangnya
langsung melainkan di belakang
mereka agar didengar hebat oleh
teman-temannya. Yang justru
sering terjadi, orang-orang
bermulut besar justru sebenarnya
menutupi kekurangan mereka
dalam banyak hal.
Sok jago dibelakang tapi ciut
kalau berhadapan langsung,
dahulu pernah jaya tapi sekarang
sedang tidak, dan sebagainya.
Semakin tinggi tingkat
keberhasilan kita, semakin rawan
pula kita akan masuknya dosa
kesombongan. Masalahnya,
terkadang sulit bagi manusia
untuk tidak merasa bangga ketika
mereka mencapai sesuatu yang
membanggakan. Dalam batas
tertentu kita boleh bangga, tetapi
jangan sampai itu hadir secara
berlebihan sehingga menimbulkan
sikap sombong. Kita harus benar-
benar waspada karena seringkali
kesombongan bisa mencelat keluar
secara spontan tanpa direncanakan.
Ayat ini memberikan sebuah tips
yang menarik karena sangat
mudah untuk dilakukan, tapi bisa
menghindari jatuhnya kita ke
dalam dosa kesombongan.
Bunyinya: "Bila engkau
menyombongkan diri tanpa atau
dengan berpikir, tekapkanlah
tangan pada mulut!" Amsal
30:32
Menyombongkan diri bukan saja
tidak baik untuk dilakukan, tapi
terlebih lagi itu bukanlah
perbuatan yang berkenan di
hadapan TUHAN, sebab
kesombongan sebenarnya
merupakan cerminan mencuri apa
yang menjadi hak TUHAN demi
kebanggaan diri sendiri.
Masalahnya seperti yang saya
katakan diatas, kesombongan bisa
muncul tanpa sadar, keluar
spontan begitu saja mengalir dari
mulut kita. Itu harus kita
waspadai agar tidak terjadi. Sebab
alangkah sayangnya apabila
kesombongan muncul tanpa kita
inginkan dan menjatuhkan kita.
Amsal 30:32 sudah menyatakan
hal itu secara jelas, bahwa jika
kesombongan mulai hadir baik
dengan sengaja maupun tidak,
segera hentikan sebelum
mendatangkan banyak masalah.
Kesombongan ini merupakan salah
satu produk yang keluar dari
dalam, yaitu dari hati yang tidak
dijaga dengan baik seperti yang
bisa kita baca dalam ayat berikut
ini: "sebab dari dalam, dari hati
orang, timbul segala pikiran jahat,
percabulan, pencurian,
pembunuhan, perzinahan,
keserakahan, kejahatan, kelicikan,
hawa nafsu, iri hati, hujat,
kesombongan, kebebalan. Semua
hal-hal jahat ini timbul dari
dalam dan menajiskan orang."
Markus 7:21-23
Kita harus sadar bahwa ada
hubungan antara apa yang keluar
dari mulut dengan kondisi hati
kita, "karena yang diucapkan
mulut meluap dari hati." (Matius
12:34b). TUHAN YESUS juga
mengingatkan bahwa "Setiap kata
sia-sia yang diucapkan orang
harus dipertanggungjawabkannya
pada hari penghakiman." (Matius
12:36). Oleh karenanya kita harus
berhati-hati dengan apa yang kita
ucapkan. Ingatlah bahwa berkat
dan kutuk itu keluar dari mulut
yang sama. (Yakobus 3:10),
karenanya kita perlu untuk
menjaga mulut kita. Lalu ingat
pula ayat ini: "Karena menurut
ucapanmu engkau akan
dibenarkan, dan menurut
ucapanmu pula engkau akan
dihukum." Matius 12:37
Apabila memang kita harus
mengungkapkan keberhasilan atau
pencapaian yang berhasil kita
capai, ungkapkanlah secukupnya
saja dengan kerendahan hati
disertai dengan ucapan syukur.
Perhatikan baik-baik apa yang
keluar dari mulut kita. Pikirkan
terlebih dahulu dan seandainya
ada kesombongan yang akan
keluar, redamlah segera sebelum
keluar dari mulut. Dengan kata
lain, begitu kesombongan mulai
terasa akan terucap, tekapkan
langsung tangan pada mulut. Kita
juga harus terus menjaga hati kita
dengan segala kewaspadaan,
karena dari hati lah terpancar
kehidupan. Amsal 4:23
Hanya dengan menjaga hati
dengan baik kita bisa menghindari
pembusukan yang terjadi di dalam
diri kita, dimana salah satu
produknya adalah kesombongan.
TUHAN tidak senang pada orang
sombong. "Karena ALLAH
merendahkan orang yang angkuh
tetapi menyelamatkan orang yang
menundukkan kepala!" Ayub
22:29
Pada suatu saat nanti akan datang
hukuman TUHAN atas orang-
orang yang congkak dan angkuh.
"Sebab TUHAN semesta alam
menetapkan suatu hari untuk
menghukum semua yang congkak
dan angkuh, serta menghukum
semua yang meninggikan diri,
supaya direndahkan." Yesaya 2:12
Mengingat kesombongan ini bisa
timbul tanpa direncanakan dan
akan selalu mencari celah untuk
masuk disela-sela keberhasilan
kita, tips dari Agur bin Yake di
atas bisa menjadi solusi cepat dan
mudah. "Bila engkau
menyombongkan diri tanpa atau
dengan berpikir, tekapkanlah
tangan pada mulut!" Segera tutup
mulut begitu gelagat kesombongan
mulai timbul, AMIN.

Monday, May 5, 2014

Kejujuran paling utama

Peperangan untuk kejujuran
Kejadian 20:1-18
(1) Lalu Abraham berangkat dari
situ ke Tanah Negeb dan ia
menetap antara Kadesh dan Syur.
Ia tinggal di Gerar sebagai orang
asing.
(2) Oleh karena Abraham telah
mengatakan tentang Sara,
isterinya: "Dia saudaraku," maka
Abimelekh, raja Gerar, menyuruh
mengambil Sara.
(3) Tetapi pada waktu malam
Allah datang kepada Abimelekh
dalam suatu mimpi serta berfirman
kepadanya: "Engkau harus mati
oleh karena perempuan yang telah
kauambil itu; sebab ia sudah
bersuami."
(4) Adapun Abimelekh belum
menghampiri Sara. Berkatalah ia:
"Tuhan! Apakah Engkau
membunuh bangsa yang tak
bersalah?
(5) Bukankah orang itu sendiri
mengatakan kepadaku: Dia
saudaraku? Dan perempuan itu
sendiri telah mengatakan: Ia
saudaraku. Jadi hal ini kulakukan
dengan hati yang tulus dan dengan
tangan yang suci."
(6) Lalu berfirmanlah Allah
kepadanya dalam mimpi: "Aku
tahu juga, bahwa engkau telah
melakukan hal itu dengan hati
yang tulus, maka Akupun telah
mencegah engkau untuk berbuat
dosa terhadap Aku; sebab itu
Aku tidak membiarkan engkau
menjamah dia.
(7) Jadi sekarang, kembalikanlah
isteri orang itu, sebab dia seorang
nabi; ia akan berdoa untuk
engkau, maka engkau tetap hidup;
tetapi jika engkau tidak
mengembalikan dia, ketahuilah,
engkau pasti mati, engkau dan
semua orang yang bersama-sama
dengan engkau."
(8) Keesokan harinya pagi-pagi
Abimelekh memanggil semua
hambanya dan memberitahukan
seluruh peristiwa itu kepada
mereka, lalu sangat takutlah
orang-orang itu.
(9) Kemudian Abimelekh
memanggil Abraham dan berkata
kepadanya: "Perbuatan apakah
yang kaulakukan ini terhadap
kami, dan kesalahan apakah yang
kulakukan terhadap engkau,
sehingga engkau mendatangkan
dosa besar atas diriku dan
kerajaanku? Engkau telah berbuat
hal-hal yang tidak patut
kepadaku."
(10) Lagi kata Abimelekh kepada
Abraham: "Apakah maksudmu,
maka engkau melakukan hal ini?"
(11) Lalu Abraham berkata: "Aku
berpikir: Takut akan Allah tidak
ada di tempat ini; tentulah aku
akan dibunuh karena isteriku.
(12) Lagipula ia benar-benar
saudaraku, anak ayahku, hanya
bukan anak ibuku, tetapi
kemudian ia menjadi isteriku.
(13) Ketika Allah menyuruh aku
mengembara keluar dari rumah
ayahku, berkatalah aku kepada
isteriku: Tunjukkanlah kasihmu
kepadaku, yakni: katakanlah
tentang aku di tiap-tiap tempat di
mana kita tiba: Ia saudaraku."
(14) Kemudian Abimelekh
mengambil kambing domba dan
lembu sapi, hamba laki-laki dan
perempuan, lalu memberikan
semuanya itu kepada Abraham;
Sara, isteri Abraham, juga
dikembalikannya kepadanya.
(15) Dan Abimelekh berkata:
"Negeriku ini terbuka untuk
engkau; menetaplah, di mana
engkau suka."
(16) Lalu katanya kepada Sara:
"Telah kuberikan kepada
saudaramu seribu syikal perak,
itulah bukti kesucianmu bagi
semua orang yang bersama-sama
dengan engkau. Maka dalam
segala hal engkau dibenarkan."
(17) Lalu Abraham berdoa kepada
Allah, dan Allah menyembuhkan
Abimelekh dan isterinya dan
budak-budaknya perempuan,
sehingga mereka melahirkan anak.
(18) Sebab tadinya TUHAN telah
menutup kandungan setiap
perempuan di istana Abimelekh
karena Sara, isteri Abraham itu.
Pendahuluan
Kebohongan bukanlah sebuah
"kesalahan kecil";
bandingkan Yohanes 8:44:
(44) Iblislah yang menjadi bapamu
dan kamu ingin melakukan
keinginan-keinginan bapamu. Ia
adalah pembunuh manusia sejak
semula dan tidak hidup dalam
kebenaran, sebab di dalam dia
tidak ada kebenaran. Apabila ia
berkata dusta, ia berkata atas
kehendaknya sendiri, sebab ia
adalah pendusta dan bapa segala
dusta.
Untuk tetap hidup dalam
kejujuran,
membutuhkan peperangan dan
perjuangan yg tidak mudah.
Hal2 tentang Kebohongan
1. Kebohongan adalah jalan keluar
sementara yang kemudian akan
berakibat menghancurkan (karier,
cinta, kehidupan).
2. Kebohongan mengakibatkan
seseorang tidak dipercaya
3. Kebohongan adalah dosa
4. Kebohongan yg dipertahankan
akan menjadi kebiasaan dan
kemudian menjadi karakter
5. Kebohongan mengubah prilaku
seseorang, menjadi seseorang yang
hanya mencari jalan yang mudah.
Penyebab Kebohongan
1. Rasa takut
2. Kuatir
3. Merasa tidak ada jalan lain
4. Ketidaktahuan bahwa hal
tersebut dosa
5. Kebiasaan
6. Sebagai akibat dosa
Bebas dari kebohongan
1. Sadari kebohongan adalah dosa,
karena itu sadari akibat-akibatnya
di kemudian hari.
2. Bertekadlah untuk berhenti
berbohong.
3. Tolaklah setiap kali keinginan
berbohong muncul.
4. Mulailah berbicara yang benar
seberat apapun resikonya.
5. Ingatlah jauh lebih baik
menerima kritik dan amarah
karena berbicara kebenaran
daripada pujian karena
kebohongan.
Kejujuran
1. Adalah sebuah sikap hati yg
tidak kompromi dan memaksakan
kehendak.
2. Adalah sebuah keputusan
untuk
menjauhkan diri dari segala
bentuk dusta dan kebohongan.
3. Adalah sebuah tekad utk
selalu menjaga motivasi hati
dalam
kebenaran.
4. Adalah sebuah sikap dan
perbuatan yg lebih menekankan
kebenaran cara, dari pada
kebesaran keuntungan.
5. Adalah sebuah langkah
tindakan yg selalu dalam
pemikiran
yg luas dan jauh kedepan.
6. Adalah sebuah kerinduan
dalam
hati untuk selalu menyenangkan
hati
Tuhan dan menjadi berkat bagi
sesama.

Sunday, May 4, 2014

keluargaku surgaku

Tunduk Pada Suami
Efesus 5:22-24:
(22) Hai isteri, tunduklah kepada
suamimu seperti kepada Tuhan,
(23) karena suami adalah kepala
isteri sama seperti Kristus adalah
kepala jemaat. Dialah yang
menyelamatkan tubuh.
(24) Karena itu sebagaimana
jemaat tunduk kepada Kristus,
demikian jugalah isteri kepada
suami dalam segala sesuatu.
Pendahuluan
Ayat diatas adalah ayat yg paling
"menakutkan" bagi setiap wanita.
Namun, tunduk pada suami, pada
dasarnya akan mendatangkan
berkat tersendiri yg luar biasa bagi
wanita.
Berkat Tunduk pada Suami
1. Melihat doa doanya dijawab.
2. Dihargai suami.
3. Dihormati anak anaknya.
4. Hidupnya menjadi berkat dan
kesaksian bagi banyak orang.
5. Selalu berjalan dalam
ketentraman dan kebahagiaan.
6. Keluarganya diberkati dan
mengalami suasana sorga.
7. Menerima berkat Tuhan karena
ketaatan pada aturan Illahi.
Sikap wanita yg Tunduk pada
Suami
1. Mendoakan suami, bukan
hanya minta suami berubah.
2. Memberi dorongan dan support
bagi suami.
3. Mengatur dan mendidik anak
dgn baik dlm kasih.
4. Mendengarkan keluhan dan
masalah suami, kemudian
memberi masukan tanpa
memaksakan kehendak, dan
menyalahkan suami.
5. Mengatur keuangan dan rumah
tangga dgn baik, bukan hanya
keluhan, namun siap juga diberi
masukan untuk kemajuan.
6. Tdk menjelekkan dan
menggurui suami, khususnya
didepan org lain.
7. Memberi kesempatan bagi
suami utk mengambil keputusan
dalam keluarga, lalu menghargai
keputusan keputusan suami.
Sikap Suami agar makin dihargai
Istri
1. Jagan merendahkan dan
membanding bandingkan dirinya.
2. Dengarkan masukan dan
usulan Istri.
3. Selalu terbuka degan istri.
4. Biasakan tidak membentak dan
memaki, meskipun ada persoalan
serius.
5. Jagan bohongi istri.
6. Pujilah istri, untuk semua
tindakan baiknya.
7. Kalau istri perlu dikritik atau
ditegur, pilihlah kata kata yg
membangun.

Monday, April 28, 2014

Ketaatan

Peperangan untuk taat
Kejadian 19:1-26
Sodom dan Gomora dimusnahkan
- Lot diselamatkan
(1) Kedua malaikat itu tiba di
Sodom pada waktu petang. Lot
sedang duduk di pintu gerbang
Sodom dan ketika melihat mereka,
bangunlah ia menyongsong
mereka, lalu sujud dengan
mukanya sampai ke tanah,
(2) serta berkata: "Tuan-tuan,
silakanlah singgah ke rumah
hambamu ini, bermalamlah di sini
dan basuhlah kakimu, maka besok
pagi tuan-tuan boleh melanjutkan
perjalanannya." Jawab mereka:
"Tidak, kami akan bermalam di
tanah lapang."
(3) Tetapi karena ia sangat
mendesak mereka, singgahlah
mereka dan masuk ke dalam
rumahnya, kemudian ia
menyediakan hidangan bagi
mereka, ia membakar roti yang
tidak beragi, lalu mereka makan.
(4) Tetapi sebelum mereka tidur,
orang-orang lelaki dari kota Sodom
itu, dari yang muda sampai yang
tua, bahkan seluruh kota, tidak
ada yang terkecuali, datang
mengepung rumah itu.
(5) Mereka berseru kepada Lot:
"Di manakah orang-orang yang
datang kepadamu malam ini?
Bawalah mereka keluar kepada
kami, supaya kami pakai
mereka."
(6) Lalu keluarlah Lot menemui
mereka, ke depan pintu, tetapi
pintu ditutupnya di belakangnya,
(7) dan ia berkata: "Saudara-
saudaraku, janganlah kiranya
berbuat jahat.
(8) Kamu tahu, aku mempunyai
dua orang anak perempuan yang
belum pernah dijamah laki-laki,
baiklah mereka kubawa ke luar
kepadamu; perbuatlah kepada
mereka seperti yang kamu
pandang baik; hanya jangan kamu
apa-apakan orang-orang ini, sebab
mereka memang datang untuk
berlindung di dalam rumahku."
(9) Tetapi mereka berkata:
"Enyahlah!" Lagi kata mereka:
"Orang ini datang ke sini sebagai
orang asing dan dia mau menjadi
hakim atas kita! Sekarang kami
akan menganiaya engkau lebih
dari pada kedua orang itu!" Lalu
mereka mendesak orang itu, yaitu
Lot, dengan keras, dan mereka
mendekat untuk mendobrak pintu.
(10) Tetapi kedua orang itu
mengulurkan tangannya, menarik
Lot masuk ke dalam rumah, lalu
menutup pintu.
(11) Dan mereka membutakan
mata orang-orang yang di depan
pintu rumah itu, dari yang kecil
sampai yang besar, sehingga
percumalah orang-orang itu
mencari-cari pintu.
(12) Lalu kedua orang itu berkata
kepada Lot: "Siapakah kaummu
yang ada di sini lagi? Menantu
atau anakmu laki-laki, anakmu
perempuan, atau siapa saja
kaummu di kota ini, bawalah
mereka keluar dari tempat ini,
(13) sebab kami akan
memusnahkan tempat ini, karena
banyak keluh kesah orang tentang
kota ini di hadapan TUHAN;
sebab itulah TUHAN mengutus
kami untuk memusnahkannya."
(14) Keluarlah Lot, lalu berbicara
dengan kedua bakal menantunya,
yang akan kawin dengan kedua
anaknya perempuan, katanya:
"Bangunlah, keluarlah dari tempat
ini, sebab TUHAN akan
memusnahkan kota ini." Tetapi ia
dipandang oleh kedua bakal
menantunya itu sebagai orang
yang berolok-olok saja.
(15) Ketika fajar telah
menyingsing, kedua malaikat itu
mendesak Lot, supaya bersegera,
katanya: "Bangunlah, bawalah
isterimu dan kedua anakmu yang
ada di sini, supaya engkau jangan
mati lenyap karena kedurjanaan
kota ini."
(16) Ketika ia berlambat-lambat,
maka tangannya, tangan isteri dan
tangan kedua anaknya dipegang
oleh kedua orang itu, sebab
TUHAN hendak mengasihani dia;
lalu kedua orang itu menuntunnya
ke luar kota dan melepaskannya di
sana.
(17) Sesudah kedua orang itu
menuntun mereka sampai ke luar,
berkatalah seorang: "Larilah,
selamatkanlah nyawamu;
janganlah menoleh ke belakang,
dan janganlah berhenti di manapun
juga di Lembah Yordan, larilah ke
pegunungan, supaya engkau
jangan mati lenyap."
(18) Kata Lot kepada mereka:
"Janganlah kiranya demikian,
tuanku.
(19) Sungguhlah hambamu ini
telah dikaruniai belas kasihan di
hadapanmu, dan tuanku telah
berbuat kemurahan besar
kepadaku dengan memelihara
hidupku, tetapi jika aku harus lari
ke pegunungan, pastilah aku akan
tersusul oleh bencana itu,
sehingga matilah aku.
(20) Sungguhlah kota yang di
sana itu cukup dekat kiranya
untuk lari ke sana; kota itu kecil;
izinkanlah kiranya aku lari ke
sana. Bukankah kota itu kecil?
Jika demikian, nyawaku akan
terpelihara."
(21) Sahut malaikat itu
kepadanya: "Baiklah, dalam hal
inipun permintaanmu akan
kuterima dengan baik; yakni kota
yang telah kau sebut itu tidak
akan kutunggangbalikkan.
(22) Cepatlah, larilah ke sana,
sebab aku tidak dapat berbuat
apa-apa, sebelum engkau sampai
ke sana." Itulah sebabnya nama
kota itu disebut Zoar.
(23) Matahari telah terbit
menyinari bumi, ketika Lot tiba di
Zoar.
(24) Kemudian TUHAN
menurunkan hujan belerang dan
api atas Sodom dan Gomora,
berasal dari TUHAN, dari langit;
(25) dan ditunggangbalikkan-
Nyalah kota-kota itu dan Lembah
Yordan dan semua penduduk
kota-kota serta tumbuh-
tumbuhan di tanah.
(26) Tetapi isteri Lot, yang
berjalan mengikutnya, menoleh ke
belakang, lalu menjadi tiang
garam.
Pendahuluan
Ketika kita ada di lingkungan yg
kita tdk bisa pengaruhi, tetapi
sebaliknya mulai mempengaruhi
kita, maka kita harus
PISAHKAN DIRI dan KELUAR
II Korintus 6:17
(17) Sebab itu: Keluarlah kamu
dari antara mereka, dan
pisahkanlah dirimu dari mereka,
firman Tuhan, dan janganlah
menjamah apa yang najis, maka
Aku akan menerima kamu.
Salah satu persoalan serius dlm
dunia di akhir zaman ini,
KOMPROMI dan ketidak
sadaran akan keberadaan diri kita.
Salah satu unsur yg paling penting
yg harus dimiliki setiap org
beriman diakhir zaman adalah
KETAATAN (Yunani: akuo =
mendengar)
Mengapa kita perlu taat ??
1. Agar kita tdk tertipu iblis
2. Agar kita dpt melihat hal2 yg
dahsyat dari Tuhan
3. Agar kita selalu meraih
kekuatan Sorgawi
4. Agar kita selalu hidup dalam
damai sejahtera
Penyebab&Dampak ketidaktaatan
1. Kesombongan
Yesaya 5:15
(15) Maka manusia akan
ditundukkan, dan orang akan
direndahkan, ya, orang-orang
sombong akan direndahkan.
Amsal21:24
(24) Orang yang kurang ajar dan
sombong pencemooh namanya, ia
berlaku dengan keangkuhan yang
tak terhingga.
2. Ketidaksiapan menyalibkan
daging
Ams 16:32
(32) Orang yang sabar melebihi
seorang pahlawan, orang yang
menguasai dirinya, melebihi orang
yang merebut kota.
Galatia 5:24
(24) Barangsiapa menjadi milik
Kristus Yesus, ia telah
menyalibkan daging dengan segala
hawa nafsu dan keinginannya.
3. Ketidak mengertian tentang berkat
dibalik ketaatan
4. Ketidak mengertian akan
kehendak Allah.

Monday, April 14, 2014

Kebodohan

Peperangan akibat kebodohan
Kejadian 16:1-16
(1) Adapun Sarai, isteri Abram
itu, tidak beranak. Ia mempunyai
seorang hamba perempuan, orang
Mesir, Hagar namanya.
(2) Berkatalah Sarai kepada
Abram: "Engkau tahu, TUHAN
tidak memberi aku melahirkan
anak. Karena itu baiklah hampiri
hambaku itu; mungkin oleh dialah
aku dapat memperoleh seorang
anak." Dan Abram mendengarkan
perkataan Sarai.
(3) Jadi Sarai, isteri Abram itu,
mengambil Hagar, hambanya,
orang Mesir itu, yakni ketika
Abram telah sepuluh tahun
tinggal di tanah Kanaan ,lalu
memberikannya kepada Abram,
suaminya, untuk menjadi
isterinya.
(4) Abram menghampiri Hagar,
lalu mengandunglah perempuan
itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia
mengandung, maka ia memandang
rendah akan nyonyanya itu.
(5) Lalu berkatalah Sarai kepada
Abram: "Penghinaan yang
kuderita ini adalah tanggung
jawabmu; akulah yang
memberikan hambaku ke
pangkuanmu, tetapi baru saja ia
tahu, bahwa ia mengandung, ia
memandang rendah akan aku;
TUHAN kiranya yang menjadi
Hakim antara aku dan engkau."
(6) Kata Abram kepada Sarai:
"Hambamu itu di bawah
kekuasaanmu; perbuatlah
kepadanya apa yang kaupandang
baik." Lalu Sarai menindas Hagar,
sehingga ia lari meninggalkannya.
(7) Lalu Malaikat TUHAN
menjumpainya dekat suatu mata
air di padang gurun, yakni dekat
mata air di jalan ke Syur.
(8) Katanya: "Hagar, hamba
Sarai, dari manakah datangmu dan
ke manakah pergimu?" Jawabnya:
"Aku lari meninggalkan Sarai,
nyonyaku."
(9) Lalu kata Malaikat TUHAN
itu kepadanya: "Kembalilah
kepada nyonyamu, biarkanlah
engkau ditindas di bawah
kekuasaannya."
(10) Lagi kata Malaikat TUHAN
itu kepadanya: "Aku akan
membuat sangat banyak
keturunanmu, sehingga tidak
dapat dihitung karena banyaknya."
(11) Selanjutnya kata Malaikat
TUHAN itu kepadanya: "Engkau
mengandung dan akan melahirkan
seorang anak laki-laki dan akan
menamainya Ismael, sebab
TUHAN telah mendengar tentang
penindasan atasmu itu.
(12) Seorang laki-laki yang
lakunya seperti keledai liar,
demikianlah nanti anak itu;
tangannya akan melawan tiap-tiap
orang dan tangan tiap-tiap orang
akan melawan dia, dan di tempat
kediamannya ia akan menentang
semua saudaranya."
(13) Kemudian Hagar menamakan
TUHAN yang telah berfirman
kepadanya itu dengan sebutan:
"Engkaulah El-Roi." Sebab
katanya: "Bukankah di sini
kulihat Dia yang telah melihat
aku?"
(14) Sebab itu sumur tadi
disebutkan orang: sumur Lahai-
Roi; letaknya antara Kadesh dan
Bered.
(15) Lalu Hagar melahirkan
seorang anak laki-laki bagi Abram
dan Abram menamai anak yang
dilahirkan Hagar itu Ismael.
(16) Abram berumur delapan
puluh enam tahun, ketika Hagar
melahirkan Ismael baginya.
Pendahuluan:
Salah satu persoalan serius dunia
ini, banyak manusia dikuasai
KEBODOHAN. Adapun
tindakan serta keputusan yg
bodoh, membawa penderitaan dan
kesengsaraan.
Kebodohan, tdk berhubungan dgn
bangku sekolah, pendidikan,
pengalaman serta karakter
seseorg,
Namun, seringkali berhubungan
dgn Sikap, Karakter, Keputusan,
serta tindakan keseharian kita.
Siapa org bodoh:
1. Org yg cepat menyerah dan
putus asa
2. Org yg menyimpan dendam dan
sakit hati
3. Org yg percaya dukun,
paranormal dan kuasa kegelapan
4. Org yg hidup munafik,
mendengar Firman namun tdk
melakukannya.
5. Org yg membiarkan hidupnya
dikuasai dan ditaklukan oleh dosa
6. Org yg bicara seenaknya, tanpa
mikir, dan tanpa mau memahami
perasaan org lain
7. Org yg mengambil keputusan
tanpa memahami kehendak Tuhan

Sunday, April 6, 2014

Zaman Akhir

7 Kebenaran ttg
PENGANGKATAN
I Tesalonika 4:15-18
Kedatangan Tuhan
(15) Ini kami katakan kepadamu
dengan firman Tuhan: kita yang
hidup, yang masih tinggal sampai
kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak
akan mendahului mereka yang telah
meninggal.
(16) Sebab pada waktu tanda diberi,
yaitu pada waktu penghulu malaikat
berseru dan sangkakala Allah
berbunyi, maka Tuhan sendiri akan
turun dari sorga dan mereka yang
mati dalam Kristus akan lebih
dahulu bangkit;
(17) sesudah itu, kita yang hidup,
yang masih tinggal, akan diangkat
bersama-sama dengan mereka dalam
awan menyongsong Tuhan di
angkasa. Demikianlah kita akan
selama-lamanya bersama-sama
dengan Tuhan.
(18) Karena itu hiburkanlah seorang
akan yang lain dengan perkataan-
perkataan ini.
Matius 24:38-42
(38) Sebab sebagaimana mereka
pada zaman sebelum air bah itu
makan dan minum, kawin dan
mengawinkan, sampai kepada hari
Nuh masuk ke dalam bahtera,
(39) dan mereka tidak tahu akan
sesuatu, sebelum air bah itu datang
dan melenyapkan mereka semua,
demikian pulalah halnya kelak pada
kedatangan Anak Manusia.
(40) Pada waktu itu kalau ada dua
orang di ladang, yang seorang akan
dibawa dan yang lain akan
ditinggalkan;
(41) kalau ada dua orang perempuan
sedang memutar batu kilangan, yang
seorang akan dibawa dan yang lain
akan ditinggalkan.
(42) Karena itu berjaga-jagalah,
sebab kamu tidak tahu pada hari
mana Tuhanmu datang.
Pendahuluan
Pada dasarnya PENGANGKATAN
adalah salah satu pemgajaran, yg
menarik bagi jemaat, namun
seringkali menyimpan banyak
misteri, shg akibatnya reaksi jemaat
thp PENGANGKATAN:
1. Sama sekali tdk tertarik
mempelajarinya.
2. Belajar hal hal yg spekulatif ttg
Pengangkatan.
3. Mempelajari ttg pengangkatan,
namun tdk mempersiapkan diri.
4. Mempelajarinya dan mjd takut
dgn pengajaran ttg Pengangkatan.
5. Mempelajarinya dgn benar, shg
mempersiapkan diri dan mjd sebuah
penghiburan dan jaminan bagi
dirinya.
Kebenaran ttg PENGANGKATAN
1. Pengangkatan adalah konsep
Alkitab, yg diajarkan langsung oleh
Kristus.
2. Jika ada yg terangkat pasti ada yg
tertinggal.
3. Rancangan Tuhan, adalah setiap
org akan diangkat utk hidup
bersamaNYA sampai selamanya.
4. Tujuan pengangkatan, agar umat
pilihanNYA bebas dari masa aniaya.
5. Dasar pengangkatan adalah
Anugerah Tuhan dan Kesetiaan kita
sampai pada akhirnya.
6. Mengerti ttg pengangkatan bukan
berarti jaminan utk meneeima
kepastian diangkat.
7. Pengangkatan adalah bukti bahwa
Firman Tuhan itu benar, bahwa apa
yg kita tabur akan kita tuai.
Sikap kita dlm PENGANGKATAN
1. Miliki pengetahuan
2. Miliki kekudusan.
3. Miliki semangat.
4. Miliki kesetiaan.

Keluarga

PENGHARGGAN DALAM
KELUARGA
ROMA 14:19
I. PENDAHULUAN
Salah satu hal yang berguna dan
membangun dalam keluarga adalah:
“pujian” & “penghargaan ”.
Betul! Kritikan & teguran juga
sangat diperlukan.
Namun, kritik & teguran tanpa
pujian dan penghargaan;
akan mendatangkan “ketidak
seimbangan” yang berujung pada
kekecewaan .
Sehingga kesimpulan saya:
keluarga tanpa pujian dan
pengharapan adalah
keluarga yang palsu dan penuh
ketawaran .
II. MENGAPA SEORANG PERLU
DIHARGAI?
Karena pada dasarnya pujian dan
penghargaan:
1.Membangun kepercayaan diri
seseorang.
2.Menjadi “pupuk yang subur”
untuk cinta.
3.Menjadi obat untuk berbagai luka
dan trauma.
4.Menciptakan rasa dimiliki.
5.Mendatangkan kerinduan, untuk
juga memuji dan memberi
penghargaan.
III.BAGAIMANA MEMUJI DAN
MENGHARGAI
1.Dengan ketulusan hati
2.Dengan perkataan yang
menyejukkan, sebagai reaksi
tindakan pasangan
3.Memahami pasangan baik yang
disukai maupun dibenci
4.Memperjuangkan yang diperlukan
pasangan
5.Memberi “waktu” disaat-saat yang
penting bagi pasangan
IV.DAMPAK PUJIAN DAN
PENGHARGAAN
Adapun keluarga yang penuh dengan
pujian dan penghargaan, dampaknya:
1.Komunikasinya dapat terbuka.
2.Mampu mengatasi kecurigaan.
3.Dapat meredakan konflik.
4.Tidak mencari-cari perhatian
5.Akan selalu bangga dengan
pasangannya