Friday, June 28, 2013

bersukacitalah selalu

Nehemia 8 : 10b — “ Jangan kamu bersusah hati,
sebab sukacita karena TUHAN itulah
perlindunganmu!”
Berbagai tekanan hidup sepertinya terus berusaha
untuk membuat kita semakin jauh dari rasa
sukacita. Harga bahan pokok yang terus
meningkat sementara gaji masih menyangkut
ditempat yang sama, para siswa yang bingung
karena tidak tahu harus melanjutkan kemana,
orang-orang yang kehilangan arah, kehilangan
sesuatu yang berharga, sedang bimbang, merasa
takut untuk melangkah/mengambil keputusan
atau dalam skala kecil dalam rumah tangga ketika
anda tengah capai bekerja seharian tapi masih
mendapat reaksi tidak mengenakkan di rumah,
semua ini hanyalah sedikit contoh dari betapa
banyak kejadian dalam hidup yang siap merampas
sukacita dari diri kita.
Benar, berbagai hal seperti itu memang bisa
membuat kita kehilangan kegembiraan, itu normal.
Yang salah adalah ketika kita menggantungkan
gembira-tidaknya kita kepada situasi yang tengah
kita alami. Problems may come, but to be joyful or
not depends on our decision. Masalah boleh saja
datang, situasi tidak menyenangkan boleh saja
ada, tapi bersukacita atau tidak sesungguhnya
tergantung dari keputusan kita. Lantas apa yang
bisa membuat kita tidak harus kehilangan sukacita
ditengah himpitan masalah?
Alkitab sudah memberikan jawaban atas
pertanyaan tersebut. Bukan hanya dalam satu
kalimat saja tetapi bisa kita temukan dalam
banyak bagian di dalamnya. Coba lihat ayat
bacaan diatas yang secara jelas memberikan
jawaban: "Jangan kamu bersusah hati, sebab
sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!"
Nehemia 8 : 10b
Firman TUHAN berkata bahwa kita tidak perlu
bersusah hati, bersedih atau kecewa. Mengapa ?
Sebab sukacita seharusnya bukan tergantung dari
dunia tapi karena kita memiliki TUHAN. Itulah
perlindungan kita, itulah benteng kita yang teguh,
itulah yang akan memampukan kita untuk tetap
bisa dipenuhi sukacita meski situasi sedang tidak
kondusif. Be not grieved and depressed, for the joy
of the Lord is your strength and stronghold. Amin.
TUHAN berulang kali mengingatkan kita untuk
senantiasa bersukacita dan memahami betul dari
mana sumber sukacita itu berasal. Bersukacita
tentu mudah jika kita sedang dalam kondisi baik
dan berlimpah, tapi biasanya menjadi sulit ketika
tengah didera masalah. Masalah kecil saja sudah
bisa merusak mood atau suasana hati kita, apalagi
kalau masalah besar. Mampukah kita ?
Tergantung kita sendiri, tetapi ingatlah bahwa
TUHAN mau kita mampu, karena disanalah kita
bisa mengukur seberapa besar kepercayaan kita
pada TUHAN.
Kalau saja kita mau belajar untuk percaya
sepenuhnya dengan menyerahkan seluruh hidup
kita ke dalam tangan-NYA, kita pun akan berada
dalam pemeliharaan TUHAN yang luar biasa. Itu
janji TUHAN yang akan selalu ditepati. Oleh
karena itu kita jangan sampai kehilangan sukacita.
Kita harus bisa terus bersukacita, sekali lagi
bukan tergantung situasi hidup tetapi karena
TUHAN, dan sesungguhnya itulah kuncinya
karena disana terletak perlindungan atas kita.
Jika kita membaca Galatia 5 : 22 - 23 — “ Tetapi
buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada
hukum yang menentang hal-hal itu."
Maka kita bisa melihat bahwa sukacita
merupakan salah satu buah Roh. Itu artinya,
selama kita hidup dengan bimbingan ROH
KUDUS yang diam dalam diri kita, maka sukacita
sudah seharusnya atau secara otomatis menjadi
bagian dari hidup kita. Ingatlah bahwa tidak ada
yang mustahil bagi TUHAN. Seberat apapun
beban yang anda hadapi hari ini, yang paling
mustahil bisa selesai menurut logika terpintar kita
sekalipun, itu hanya akan menjadi sebuah lahan
subur bagi TUHAN untuk menyatakan kuasa-
NYA. Dalam sukacita karena TUHAN terletak
perlindungan kita, bukan dari baik tidaknya hidup
yang tengah anda jalani hari ini.
Daud berkata: "dan bergembiralah karena
TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu
apa yang diinginkan hatimu." Mazmur 37 : 4
Meski hati sedang tidak enak, mood sedang
kacau, kita harus ingat bahwa TUHAN bisa
memberi kelegaan dan menggantikan perasaan yang
penuh kemelut dengan sebentuk hati penuh
sukacita. Anda mungkin sulit untuk bisa
menggantikannya sendiri, tetapi ayat ini
mengatakan bahwa TUHAN sendirilah yang akan
mengabulkan keinginan hati untuk terus bisa
dipenuhi sukacita. Sukacita harus bersumber dari
TUHAN, sukacita berasal dari TUHAN dan
sukacita bergantung pada TUHAN. Sukacita
tidak boleh berakar pada dunia dan situasi terkini
kita tetapi harus berpusat pada TUHAN.
Adakah diantara anda yang saat ini tengah
bingung, berbeban berat, merasa kosong dan
kehilangan sukacita ? Atau anda merasa terlalu
sulit untuk bisa mengembalikan sukacita dalam
diri anda ?
Pagi ini, datanglah kepada-NYA, bukan untuk
mengais harapan kosong, bukan untuk sekedar
mencoba, tapi untuk membuktikan bahwa
TUHAN bisa mengembalikan sukacita sepenuhnya
tidak peduli apapun suasana hati anda saat ini.
Sandarkan seluruh hidup anda pada-NYA dengan
sukacita, seperti halnya Daud yang berkata:
"Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita,
datanglah ke hadapan-NYA dengan sorak-sorai!"
Mazmur 100 : 2
Mengapa ? "Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-
NYA untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-NYA
tetap turun-temurun." Mazmur 100 : 5
Percayakan hidup anda sepenuhnya pada TUHAN,
dan nikmatilah sukacita sesungguhnya ditengah
kesulitan.
"Bersukacitalah senantiasa dalam TUHAN! Sekali
lagi kukatakan: Bersukacitalah!" Filipi 4 : 4
Percayakan segalanya pada TUHAN, dan
bersukacitalah, maka TUHAN akan melepaskan
kita.

No comments:

Post a Comment